Terkini Kasus Pelecehan Mahasiswi Unand: Kemendikbuddikti 'Keluarkan' Sanksi Oknum Dosen

Korban Pelecehan Seksual Pindah ke Padang

Ilustrasi korban pelecehan seksual di Padang Pariaman (Ilustrasi/Canva/Teraskabar.com)

Teraskabar.com - Info terkini terkait kasus dugaan pelecehan seksual terhadap mahasiswi di Padang, Kemendikbud Dikti mengeluarkan sanksi kepada oknum dosen Unand atau Universitas Andalas.

Walau sejauh ini terdapat delapan mahasiswi korban dugaan pelecehan seksual belum melapor ke kantor polisi. Sementara kasus ini telah jadi santapan publik, alasan korban belum lapor ke PPA Polresta Padang lantaran masih trauma dan takut.

Informasi terbaru Teraskabar tersebut, berdasar dari penuturan Ketua Tim Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Unand, Rika Susanti, baru-baru ini.

Sederet kasus pelecehan seksual terhadap mahasiswi di Unand menurut data Satgas PPKS Unand, telah berlangsung sejak 2020 sampai 2022.

Rika Susanti mengungkapkan, kalau para korban tersebut masing-masing tinggal di Padang, Sumatera Barat dan tidak bersama orangtua mereka.

Sementara itu hasil penyelidikan dan penyidikan dari Satgas PPKS Universitas Andalas bakal melaporkan ke Rektor Unand kemudian ke Kemendikbud Dikti. Kemendikbuddikti kata Rika, yang akan menerbitkan sanksi terhadap oknum dosen peleceh mahasiswi itu.

Baca Juga: Alumni FIB Unand Kawal Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswi Padang, Hidayat Geram

Bahkan berdasar data dari Satgas PPKS itu, dari rangkaian investigasi tertuju kepada oknum dosen tersebut, dan berkemungkinan sanksi berat yakni pemberhentian.

Sekait dengan para korban dugaan pelecehan seksual di Unand, kalau orangtua korban tidak mengetahui hal itu. "Para korban tinggal di Padang dan tidak bersama orangtua, dan orangtua mereka tidak tahu sebab semua tinggal di luar Kota Padang," ungkap Rika.

Fatalnya lagi, dari sekian korban pelecehan seksual atas dosen yang telah mengajar 20 tahun di Universitas Andalas itu mengalami trauma berat. Hal itu disebutkan Rika Susanti, "Satu dari para korban trauma berat dan enggan masuk kampus. Adapun tujuh mahasiswi lainnya aktif masuk kuliah," katanya.

Baca Juga: Melihat dari Dekat Bumi Gwanabai Surganya Burung Cendrawasih dan Nasibnya Kini

Sebelumnya viral kasus pelecehan seksual di Padang, Sumatera Barat. Kabar tersebut bersumber dari @infounand yang menyebutkan, seorang oknum dosen melakukan pelecehan terhadap mahasiswi di Universitas Andalas.

Bukan itu saja, akun Instagram @infounand juga membeberkan bahwa oknum dosen itu berinisial KC, statusnya punya anak dan istri. Bahkan telah bergelar doktor. Ikhwal dari profil oknum dosen terduga pelaku pelecehan seksual itu diamini Dekan FIB Unand, Herwandi.

Kata Herawandi, Sabtu (24/12/22), oknum dosen itu mengajar di Program Studi Sastra Minangkabau dan Kajian Budaya. [*]

Dapatkan update berita terkini, seputar peristiwa, olahraga, hiburan, lifestyle, tekno dan film setiap hari dari Teraskabar.com di Google News.

Baca Juga

Muhammad David Mawardi terpilih sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Padang Pariaman
Muhammad David Mawardi Nakhodai KNPI Padang Pariaman
Door to Door: Badan Rescue NasDem dan Garnita Ulurkan Bantuan Korban Banjir Padang
Door to Door: Badan Rescue NasDem dan Garnita Ulurkan Bantuan Korban Banjir Padang
Teraskabar.com - Aksi heroik sopir pick up dan polisi Satlantas Polres Padang Pariman gagalkan aksi jambret di Ampang, Kota Padang mendapat apresiasi dari netizen.
Aksi Heroik Sopir Pick Up Gagalkan Aksi Jambret di Ampang Padang Bareng Polisi Satlantas Padang Pariaman
Desak Tarif Angkot Naik, Mastilizal Aye: Pemilik Gabung Saja Sama Trans Padang Teraskabar.com - Ketua Organda Padang Mastilizal Aye memastikan harga tarif angkutan kota naik
Desak Tarif Angkot Naik, Mastilizal Aye: Pemilik Gabung Saja Sama Trans Padang
Ribut Kursi Wawako Padang, Faisal Nasir Sebut Ada Upaya Penggulingan Walikota Hendri Septa. Teraskabar.com - Ada unsur menjatuhkan Wali Kota
Ribut Kursi Wawako Padang, Faisal Nasir Sebut Ada Upaya Penggulingan Walikota Hendri Septa
Usai Tersesat, Edi Pemotor Trabas Meninggal di Bukit Barisan Limapuluh Kota. Teraskabar.com - 14 pemotor trabas yang tersesat atau hilang saat ekspedisi di Bukit Barisan, Kabupaten Limapuluh Kota.
Usai Tersesat, Edi Pemotor Trabas Meninggal di Bukit Barisan Limapuluh Kota