Sadis! Polisi Nyaris Kena Bacok Tawuran di Padang, Langgar UU Nomor 12 tahun 1951

Nyaris polisi di Padang, Sumatera Barat jadi korban saat belasan remaja hendak menggelar tawuran Sabtu (17/12/2022) malam. UU Nomor 12 tahun 1951

Anggota Polresta Padang mengamankan belasan remaja yang melakukan tawuran di Seberang Padang, Kecamatan Padang Selatan, nyaris polisi kena bacok, Sabtu (17/12/2022) malam. [Foto: Aldomi]

Teraskabar.com - Nyaris polisi di Padang, Sumatera Barat jadi korban saat belasan remaja hendak menggelar tawuran Sabtu (17/12/2022) malam. Hal ini kata Kasat Tahti Polresta Padang Iptu Joko Sutriyanto, Minggu (18/12/2022) dini hari.

Lebih lanjut kata Iptu Joko Sutriyanto, pihaknya mengamankan belasan remaja di dua wilayah kecamatan di Kota Padang.

Para remaja itu berada di luar rumah dan berada di jalanan hingga larut malam, dan diduga hendak melakukan aksi tawuran atau kenakalan remaja yang melanggar hukum.

"Ada 18 anak remaja yang kami amankan dan sekarang sudah di bawa ke Mapolresta Padang untuk pemeriksaan," kata Kasat Tahti Polresta Padang Iptu Joko Sutriyanto.

Kemudian ia menjabarkan, pihaknya mengamankan belasan remaja saat melakukan patroli di wilayah Kecamatan Padang Selatan, yakni Seberang Padang dan kawasan Andalas.

Satu dari belasan remaja dalam pemeriksaan mendalam, sebab hendak melakukan upaya perlawanan dengan mengarahkan senjata tajam (sajam) ke arah salah satu anggota kepolisian.

"Ya, saat mengamankan, salah satu dari pelaku tawuran itu melayangkan celurit ke arah anggota polisi kami. Kemudian nyaris tetabrak dengan sepeda motor milik dari remaja yang sedang kami periksa sekarang ini," ucap Kasat Tahti Polresta Padang Iptu Joko Sutriyanto.

Iptu Joko Sutriyanto menjelaskan, salah satu pelaku tawuran yang melakukan perlawanan dengan senjata tajam dijerat dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951.

Baca Juga: Revolusi Pancasila, Yudi Latief: Kesadaran Jadi Sebuah Bangsa

Yang mana membunyikan di dalam Pasal 1 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951. “Barangsiapa, yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata api, munisi atau sesuatu bahan peledak, dihukum dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun.”

"Kami mengimbau kepada orangtua untuk mengawasi setiap gerak-gerik anaknya, dan tidak membiarkan aktivitas anak hingga larut malam yang berdampak terhadap tindak kriminal maupun melanggar hukum," tutup Joko Sutriyanto di Polresta Padang. [*]

Dapatkan update berita terkini, seputar peristiwa, olahraga, hiburan, lifestyle, tekno dan film setiap hari dari Teraskabar.com di Google News.

Baca Juga

Door to Door: Badan Rescue NasDem dan Garnita Ulurkan Bantuan Korban Banjir Padang
Door to Door: Badan Rescue NasDem dan Garnita Ulurkan Bantuan Korban Banjir Padang
Sadis! Ponakan Sikat Paman Hingga Tewas, Bikin Satreskrim Polres Pesisir Selatan Berburu
Sadis! Ponakan Sikat Paman Hingga Tewas, Bikin Satreskrim Polres Pesisir Selatan Berburu
Teraskabar.com - Aksi heroik sopir pick up dan polisi Satlantas Polres Padang Pariman gagalkan aksi jambret di Ampang, Kota Padang mendapat apresiasi dari netizen.
Aksi Heroik Sopir Pick Up Gagalkan Aksi Jambret di Ampang Padang Bareng Polisi Satlantas Padang Pariaman
Desak Tarif Angkot Naik, Mastilizal Aye: Pemilik Gabung Saja Sama Trans Padang Teraskabar.com - Ketua Organda Padang Mastilizal Aye memastikan harga tarif angkutan kota naik
Desak Tarif Angkot Naik, Mastilizal Aye: Pemilik Gabung Saja Sama Trans Padang
Ribut Kursi Wawako Padang, Faisal Nasir Sebut Ada Upaya Penggulingan Walikota Hendri Septa. Teraskabar.com - Ada unsur menjatuhkan Wali Kota
Ribut Kursi Wawako Padang, Faisal Nasir Sebut Ada Upaya Penggulingan Walikota Hendri Septa
Viral! kronologi tewasnya tiga pemotor di Padang, yang merupakan remaja. Teraskabar.com - Tewasnya tiga pemotor di Padang, Sumatera Barat viral, lantaran rekaman cctv beredar.
Tuai Pro Kontra Netizen, Polisi Urai Kronologi Tewasnya Tiga Pemotor di Padang