Masyarakat Aia Gadang Tuntut Pembebasan Petani: "Korban Kriminalisasi"

Teraskabar.com - Masyarakat Aia Gadang, Pasaman Barat mendatangi Lapas Polsek Talu menuntut pembebasan terhadap 4 orang petani yang ditahan karena dugaan pengeroyokan

Petani: "Korban Kriminalisasi" [Foto: Ilustrasi/Canva]

Teraskabar.com - Masyarakat Aia Gadang, Pasaman Barat mendatangi Lapas Polsek Talu menuntut pembebasan terhadap 4 orang petani yang ditahan karena dugaan pengeroyokan

Dakwaan atas 4 petani tersebut yakni pengeroyokan terhadap pihak perusahaan PT. Anam Koto. Saat itu, petani melakukan perlawanan karena pihak perusahaan meracun tanaman mereka.

"Dalam putusannya para petani ditahan 15 hari, namun jaksa berpendapat lain," ungkap Hafiz Saragih mewakili Pusat Bantuan Hukum Petani (PBHP).

Sebagai informasi, jaksa melakukan banding ke Pengadilan Tinggi, sehingga terjadi perpanjangan penahanan.

"Padahal bisa dikatakan tidak ada alasan logis dalam analisis hukum untuk perpanjangan tersebut," sambung Hafiz.

Pasalnya, Pengadilan Tinggi sudah menyatakan tidak melakukan penahanan terhadap 4 anggota SPI tersebut.

"Terlebih, anggota kita telah melewati masa penahanan melebihi vonis yang dari Pengadilan Negeri," sambungnya.

Ia menuding Kepala Lapas tidak paham dengan penerapan KUHAP. Alasannya, lapas melakukan penahanan dengan dasar syarat perpanjangan penahanan dari hakim Pengadilan Negeri. "Itu sudah tidak berlaku ketika proses ini di tingkat banding," ungkap Hafiz.

Lebih lanjut, ia menegaskan tetap akan menempuh jalur hukum untuk membuktikan dugaan perbuatan melawan hukum oleh Lapas Polsek Talu.

Pihaknya juga menyiapkan surat untuk Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham.

"Karena memang ada upaya menjebak petani agar terjerat pidana. Kita harap tidak lagi ada kriminalisasi terhadap petani serta madalah agraria di Pasaman Barat cepat selesai," pungkasnya.

Baca Juga: Penahanan Petani di Aia Gadang Dinilai Langgar HAM

Masyarakat petani yang mengecam penahanan tersebut bertahan aksi di depan Lapas Talu pada Jumat (7/10/2022) pagi hingga dini hari. Hingga berita ini tayang, tidak ada jawaban pasti dari pihak Lapas atas tuntutan masyarakat. [*]

Dapatkan update berita terkini, seputar peristiwa, olahraga, hiburan, lifestyle, tekno dan film setiap hari dari Teraskabar.com di Google News.

Baca Juga

Sate salah satu makanan favorit, apalagi di suasana saat ini. Yuks, nikmati dan coba resep sate jamur tiram dengan bumbu kecap. Simak panduan lengkap dan simple di bawah ini, Minggu (27/11/2022).
Resep Sate Jamur Tiram Bumbu Kecap, Lengkap dan Simple
Puluhan anggota tim kemanusiaan Badan Intelijen Negara (BIN) jalan kaki, tebar bantuan logistik di Gunung Lanjung Cianjur, daerah terisolir
Puluhan Agen Intelijen Indonesia Jalan Kaki, Tebar Bantuan di Gunung Lanjung Cianjur
Tercatat 56 guru meninggal dunia saat gempa Cianjur, Jawa Barat, saat peristiwa gempa magnitudo 5,6, Senin (21/11/2022). Jumlah tersebut masuk dalam data jumlah korban gempa bumi Cianjur, dan ratusan luka-luka berdasar data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jumat, 26 November 2022.
Gempa Cianjur Jawa Barat : Puluhan Guru Meninggal Dunia
Hingga Jumat (25/11/2022) kemarin, tercatat 248 gempa susulan terjadi. Getaran gempa tersebut pasca gempa Cianjur magnitudo 5,6 skala richter mengguncang wilayah Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, 21 November 2022.
BMKG: 248 Gempa Susulan Mengguncang Cianjur Jawa Barat, BNBP: 310 Warga Meninggal
Menteri Sosial Tri Rismaharini juga menambah dapur umum yang berlokasi di Bekasi maupun di Jakarta. Dapur umum tersebut beroperasi mulai Sabtu ini, Sabtu (26/11/2022).
Menteri Sosial Tri Rismaharini Tambah Dapur Umum Buat Korban Gempa Cianjur
Mensos Tri Rismaharini Bantu Penjual Nasi Padang, Paketin Buat Korban Gempa Cianjur
Mensos Tri Rismaharini Bantu Penjual Nasi Padang, Paketin Buat Korban Gempa Cianjur