Kolaborasi BKKBN-TNI Optimis Tekan Prevalensi Stunting

Kolaborasi BKKBN-TNI Optimis Tekan Prevalensi Stunting

Kolaborasi BKKBN-TNI optimis tekan prevalensi stunting [Foto: Ist]

Teraskabar.com - TNI dorong Prevalensi Stunting (Pendek dan Sangat Pendek) sebesar 14 persen hingga 2024. Sesuai target pemerintah dalam hal ini Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Upaya menurunkan angka prevalensi stunting tersebut, BKKBN memberikan apresiasi kepada Tentara Nasional Indonesia. Sebagai bentuk keterlibatan aktif dalam mengatasi persoalan sosial kemasyarakatan.

"Kerjasama dengan berbagai pihak dan dukungan dari TNI bersama jajaran termasuk fasilitas kesehatan. Kami kerahkan untuk upaya percepatan penurunan stunting," kata Kepala BKKBN Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.O.G. (K), Jumat (22/9/2022) di Jakarta.

Menurutnya, BKKBN optimis capai target untuk menekan angka stunting. Sementara itu di tahun 2021 terjadi penurunan prevalensi stunting sebesar 24,4 persen, bila membandingkan angka stunting 37 persen di 2013.

Sambung Hasto, angka prevalensi 24,4 persen itu masih di atas ambang batas WHO yakni 20 persen. "Kita pun akan mengejar target dalam menurunkan prevalensi stunting 2024 di angka 14 persen," papar kader PDI Perjuangan itu.

Ia pun menyambut baik sekaligus mengapresiasi kerja sama dan dukungan percepatan penurunan stunting dari Panglima Jenderal TNI Andika Perkasa.

Salah satu komitmen tersebut yakni pengangkatan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman sebagai Duta Bapak Asuh Anak Stunting, 29 Juni 2022. Ketika peringatan ke-29 Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Sleman, Yogyakarta.

"Kolaborasi dengan TNI itu tentu akan memiliki dampak yang signifikan terhadap capaian percepatan penurunan stunting,” kata Hasto.

BKKBN menerima mandat, sebagai Koordinator Percepatan Penurunan Stunting, berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres), nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. TNI dan BKKBN telah Kick Off Percepatan Penurunan Stunting. Senin, 8 Agustus 2022 di Puri Ardhya Garini di kawasan Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

Baca Juga: Nasib Effendi Simbolon Sebut 'TNI Gerombolan' Berujung Begini

TNI Tekan Prevalensi Stunting

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman sebagai Duta Bapak Asuh Anak Stunting, 29 Juni 2022
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman sebagai Duta Bapak Asuh Anak Stunting, 29 Juni 2022. [Foto: Ist]

"Kami siap dukung (percepatan penurunan stunting). TNI menyiapkan seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama, sebagai pendamping dan guidance Posyandu, Posbindu, di semua angkatan,” kata Panglima Jenderal TNI Andika Perkasa dalam Kick Off Kolaborasi Percepatan Penurunan Stunting.

Gerak cepat TNI dalam membantu mengatasi persoalan stunting itu juga telah terwujud melalui Tiga Matra TNI yakni TNI Angkatan Darat (AD), TNI Angkatan Laut (AL), dan TNI Angkatan Udara (AU).

Kemudian TNI melibatkan secara aktif organisasi persatuan istri anggota TNI, di bawah koordinasi Ketua Umum Dharma Pertiwi Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati (Hetty) Andika Perkasa.

Dharma Pertiwi TNI bersama BKKBN terus menggelar Roadshow Percepatan Penurunan Stunting di daerah-daerah yang menjadi prioritas. Dalam kurun waktu satu bulan, sudah 6 daerah prioritas yang telah melakukan upaya percepatan penurunan stunting tersebut.

Daerah tersebut meliputi Bandung (Provinsi Jawa Barat), Medan (Provinsi Sumatera Utara), Banda Aceh (Provinsi Aceh), Mojokerto di Provinsi Jawa Timur, Mataram di Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Kendari di Sulawesi Tenggara.

Kegiatan roadshow meliputi sosialisasi pemanfaatan lahan untuk tanaman yang mendukung gizi seimbang, bantuan bibit tanaman, pelayanan KB gratis (MOW, MOP, IUD, Implant), demo memasak di Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) dan penyerahan bantuan untuk masyarakat berisiko stunting.

Baca Juga: Istri Meminta Cerai, Wendy Cagur Minta Nasihat ke Ustaz

Dalam demo memasak untuk menu atasi stunting berdasarkan resep masakan yang dimiliki Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri.

Resep masakan ini telah menjadi buku setelah tersusun dan ditulis Wakil Walikota Semarang, Hevearita G. Rahayu. Bukunya berjudul Resep Makanan Baduta dan Ibu Hamil; untuk Generasi Emas Indonesia.

Sementara menurut data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, prevalensi stunting di Indonesia di atas ambang batas toleransi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), yakni 24,4 persen. WHO memberi toleransi prevalensi stunting di bawah 20 persen. [Muhammad Fadhli/TK]

Dapatkan update berita terkini, seputar peristiwa, olahraga, hiburan, lifestyle, tekno dan film setiap hari dari Teraskabar.com di Google News.

Baca Juga

Sumbar Bukan Provinsi Intoleran, Ketum PGI: ABS SBK Buka Ruang Bagi Berbeda Suku-Agama. Pdt. Gomar Gultom, M.Th terpukau falsafah Minangkabau
Sumbar Bukan Provinsi Intoleran, Ketum PGI: ABS SBK Buka Ruang Bagi Berbeda Suku-Agama
DPW Partai NasDem Sumbar (Sumatera Barat) bersama pengurus DPD, sayap maupun badan bersiap sambut capres Anies Baswedan di Sumbar
DPW Partai NasDem Sumbar Siap Sambut Capres Anies Baswedan
Jenazah seorang NBO 105 yang diduga merupakan awak helikopter Polri ditemukan di dekat Pantai Bird Mandi di Bangka Belitung.
Jenazah Diduga ABK Helikopter Polri Ditemukan di Pantai Bangka Belitung Timur
Prabowo Subianto rencananya akan membuka warung kedai kopi bila sudah pensiun. Pasalnya, Menteri Pertahanan atau Menhan RI era Presiden Jokowi saat ini memasuki usia masa pensiun.
Prabowo Subianto Jadi Tukang Kopi Hambalang Kalau Pensiun, Rasa Bintang Empat
Gempa magnitudo 4,6 guncang Muko-Muko Bengkulu, bahkan getarannya terasa di Pesisir Selatan dan Padang, Sumatera Barat, Minggu (27/11/2022).
Gempa Guncang Muko-Muko Magnitudo 4,6: Terasa di Pesisir Selatan dan Padang
Puluhan anggota tim kemanusiaan Badan Intelijen Negara (BIN) jalan kaki, tebar bantuan logistik di Gunung Lanjung Cianjur, daerah terisolir
Puluhan Agen Intelijen Indonesia Jalan Kaki, Tebar Bantuan di Gunung Lanjung Cianjur