Kejari Padang: 2 Tersangka Kasus Korupsi Masjid Raya Sumbar Segera Sidang

2 Tersangka Kasus Korupsi Masjid Raya Sumbar Segera Sidang

Korupsi Uang (Ilustrasi/Canva/Teraskabar.com)

Teraskabar.com - Sejak penahanan 5 September 2022 lalu, dua terduga pelaku korupsi pembangunan kawasan strategis Masjid Raya Sumbar tinggal menunggu sidang di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Padang.

Menurut informasi orang dalam Kejari Padang (intelijen-red), masing-masing tersangka atas dugaan kasus korupsi di Masjid Raya Sumbar itu ialah Muhidin Saleh (MS) dan Edward (E).

MS merupakan direktur utama PT BP, sebagai yang mengerjakan proyek, adapun E sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek.

MS mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Padang. Sedangkan E di Rumah Tahanan Negara Padang. Masih data intelijen Kejari Padang, MS dan E di tahun 2017 terlibat proyek pembangunan kawasan strategis di Masjid Raya Sumbar di Padang. Mengakibatkan kerugian negara Rp 3 miliar lebih atas pagu dana APBN Rp 31 miliar.

Muhidin Saleh (MS) dan Edward (E) atas dasar info dari intel melanggar asal 2, 3, Juncto (18) Undang-undang 31 tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman maksimal penjara seumur hidup.

Adapun Jumat 16 September 2022 kemarin. Kejari Padang telah menyerahkan berkas MS dan E ke PN Kelas 1 A Padang oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Tim JPU telah merampungkan surat dakwaan dan menyerahkan ke pengadilan," kata Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Padang Afliandi, baru-baru ini.

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) terdiri 16 jaksa gabungan Kejaksaan Tinggi Sumbar dan Kejaksaan Negeri Padang. Setelah pelimpahan berkas secara terpisah. Tim JPU menunggu jadwal sidang MS dan E atas perkara dugaan korupsi di Masjid Raya Sumbar.

Baca Juga: Sidang Korupsi Tol, Mantan Sekjend ATR/KBPN: Selesai Secara Administrasi

MS dan E sedang menjalani hukuman lain dengan kasus yang sama. Info itu pun benar kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Padang Therry Gutama, kutip data dari Antaracom.

Merunut dari kasus perkara, MS dan E terancam hukuman penjara maksimal dua puluh tahun dengan denda maksimal Rp 1 miliar. [*]

Dapatkan update berita terkini, seputar peristiwa, olahraga, hiburan, lifestyle, tekno dan film setiap hari dari Teraskabar.com di Google News.

Baca Juga

Puluhan anggota tim kemanusiaan Badan Intelijen Negara (BIN) jalan kaki, tebar bantuan logistik di Gunung Lanjung Cianjur, daerah terisolir
Puluhan Agen Intelijen Indonesia Jalan Kaki, Tebar Bantuan di Gunung Lanjung Cianjur
Mensos Tri Rismaharini Bantu Penjual Nasi Padang, Paketin Buat Korban Gempa Cianjur
Mensos Tri Rismaharini Bantu Penjual Nasi Padang, Paketin Buat Korban Gempa Cianjur
Sosok Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto belum terlalu familiar profilnya di tengah masyarakat. Ini data profil dan biodata Agus Andrianto penerus Listyo Sigit Prabowo.
Pengganti Listyo Sigit Prabowo: Komjen Agus Andrianto Terimbas Isu Aliran Dana Tambang Liar
Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan jemput paksa dua bekas suruhan Ferdy Sambo. Kedua orang itu merupakan anggota Div Propam Polri, yakni Radite Hernawa dan Agus Saripul Hidayat.
Obstruction of Justice Hendra dan Agus Gagal, Ketua RT Ferdy Sambo Sakit
Muhammad Kadafi dan Bupati Lampung Tengah Diperiksa KPK: Suap Rektor Unila
Muhammad Kadafi dan Bupati Lampung Tengah Diperiksa KPK: Suap Rektor Unila
Bintang OnlyFans Alaw Haf open harga dan berikan diskon bagi pengguna situs dewasa, andai kata Timnas Wales jebol babak grup Piala Dunia
Bintang Panas OnlyFans Alaw Haf Banting Harga, Kalau Wales Lolos Piala Dunia 2022 Qatar