Jurnalisme Warga, Upaya Pemuda Pasbar Membangun Daerah

Pemuda dan masyarakat Pasaman Barat (Pasbar) mengikuti pelatihan jurnalisme warga di Nagari Kapa, Kecamatan Luhak Nan Duo

Pemuda dan masyarakat Pasaman Barat (Pasbar) mengikuti pelatihan jurnalisme warga di Nagari Kapa, Kecamatan Luhak Nan Duo [Foto: Ilustrasi/Canva]

Teraskabar.com -Pemuda dan masyarakat Pasaman Barat (Pasbar) mengikuti pelatihan jurnalisme warga di Nagari Kapa, Kecamatan Luhak Nan Duo pada Minggu (2/10/2022) dan Senin (3/10/2022).

Pelatihan itu bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, anggota Serikat Petani Indonesia (SPI), masyarakat umum, dan para jurnalis.

Randi Reimena, jurnalis lepas yang memberi materi dalam pelatihan jurnalisme warga tersebut menyampaikan, warga perlu memahami cara membuat produk jurnalistik.

“Ada banyak hal menarik dari daerah agar publik tahu melalui jurnalisme, namun tidak semuanya tersiarkan oleh pers,” ungkap Randi.

Menurutnya, kehadiran jurnalisme warga bisa mempublikasikan hal-hal yang luput dari perhatian media konvensional.

Hal-hal menarik dapat terangkat antara lain potensi alam suatu daerah, kebudayaan, kesenian, pariwisata, hingga persoalan sosial-masyarakat.

Dengan begitu, menurut Randi tidak akan terjadi pelanggaran kode etik terhadap jurnalisme, seperti membayar wartawan untuk meliput sesuatu peristiwa atau isu di daerah.

“Jadi kalau ada persoalan penting, masyarakat tidak perlu repot-repot membayar awak media,” ungkapnya.

Akibatnya, masyarakat lebih mandiri dan kritis, sehingga hubungan antara wartawan dengan masyarakat pun menjadi lebih baik dan lepas dari kecurigaan

Di sisi lain, wartawan media konvensional juga bisa terbantu dengan keberadaan jurnalisme warga, karena bisa mengutip informasi dari rilis buatan masyarakat.

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan jurnalisme warga menurutnya bisa menolong komunikasi masyarakat Pasaman Barat yang sebagian besar merupakan petani.

“Pelatihan jurnalisme warga penting bagi kami,” ungkap Azmi, peserta pelatihan jurnalisme warga asal Kecamatan Kinali yang aktif bertani.

Menurutnya, selama ini masyarakat Pasaman Barat, terutama petani kekurangan wadah untuk menyampaikan berita mengenai pertanian maupun khalayak umum.

“Padahal, seluruh berita bisa kita kabarkan tanpa harus belajar formal, yang penting maksud dan tujuannya sampai,” ungkap pemuda tersebut.

Selanjutnya, ia berharap para peserta pelatihan jurnalisme warga memiliki tekad yang kuat dalam menyiarkan informasi yang berguna bagi masyarakat Pasbar.

Baca Juga: Mungkinkah Ancaman Gempabumi di Sumatera Barat Bukan Hanya Megathrust

“Kita hanya butuh niat yang ikhlas dari hati, untuk kepentingan warga. Semoga dengan pelatihan ini kita bisa membuka fakta yang telah ada namun ditutupi oleh oknum tertentu,” pungkasnya.[*]

Dapatkan update berita terkini, seputar peristiwa, olahraga, hiburan, lifestyle, tekno dan film setiap hari dari Teraskabar.com di Google News.

Baca Juga

Merayakan HUT ke-26, Unit Kegiatan Pers Mahasiswa (UKPM) Dharma Andalas menggelar pelatihan jurnalistik tingkat dasar 2022, yang berlangsung di Aula Universitas Dharma Andalas.
UKPM Dharma Andalas Gelar Pelatihan Jurnalistik 2022, Hadirkan Founder Teraskabar
tim pencarian dan pertolongan (Basarnas) Kelas A Padang melakukan pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan hanyut di Sungai Batang Batahan, Nagari Parik, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.
Kembali SAR Padang Terjun Cari Pekebun Hanyut di Sungai Batang Batahan, Pasaman Barat
Polda Sumbar, dengan memeriksa seluruh izin tambang yang ada provinsi tersebut. Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Suharyono, jangan ada korban
LBH Padang Curigai Tambang Meledak Sawahlunto Tak Kantongi Permen 5 tahun 2018
Delapan petani anggota Serikat Petani Indonesia (SPI) basis Aia Gadang, Kecamatan Pasaman, Pasaman, Sumatera Barat mendapat dakwaan dari Pengadilan Negeri Pasaman Barat, Selasa (6/12/2022).
8 Petani Pasaman Barat Butuh Keadilan, Didakwa Hakim Pakai UU Perkebunan
Empat petani asal Aia Gadang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat bebas setelah menjalani 15 hari masa tahanan di Lapas Polsek Talu.
Bertabur Haru: Empat Petani Aia Gadang Bebas
Teraskabar.com - Masyarakat Aia Gadang, Pasaman Barat mendatangi Lapas Polsek Talu menuntut pembebasan terhadap 4 orang petani yang ditahan karena dugaan pengeroyokan
Masyarakat Aia Gadang Tuntut Pembebasan Petani: "Korban Kriminalisasi"