Jalan Unggan Sijunjung-Lintau Masuk Hutan Nasional, Bikin Kaget Para Datuak

Sebagian jalan yang menghubungkan Nagari Unggan dengan batas Kabupaten Tanah Datar masih terkendala, pasalnya 2,2 kilometer lagi berada di kawasan hutan nasional.

Para pekerja sedang membangun jalan Unggan-Lintau Tanah Datar yang tidak terkendala kawasan hutan konservasi. [Foto: Roland]

Teraskabar.com - Jalan Unggan-Lintau masuk dalam kawasan hutan nasional bikin kaget Dt. Paduko Alam, mantan Ketua KAN Nagari Unggan.

Dt. Paduko Alam tidak tahu tahun berapa itu jadi hutan konservasi atau hutan nasional, ujarnya kepada jurnalis teraskabar.com, Selasa (18/10/2022).

Seingat beliau, jalur yang pernah Mr. Syafrudin Perwira Negara lalui saat bergerilya, kalau memang ada sebelumnya informasi tentang pengurusan sertifikat tanah di wilayah.

Walau memang dari dahulunya masyarakat maupun pangulu meniatkan agar ada pembangunan jalan menghubungkan Unggan-Lintau.

"Masa itu kalau nga salah tahun 90-an. Seingat saya pembukaan jalan itu sekira 1991, pekerjaanya PT. Sumatera Barat, dan kemudian ada perbaikan di tahun 2000-an," ujar Dt. Paduko Alam.

Lontiak Awik

Dt. Paduko Alam mengisahkan pada batas Sijunjung dan Tanah Datar, yakni Nagari Unggan dan Nagari Pamusian ada "Lontiak Awik". Jembatan penghubung terbuat papan kayu sehingga sepeda motor dapat melaluinya.

"Mungkin kondisinya sudah rusak dan tertutup semak belukar, kemungkinan juga terputus akibat bencana alam longsor," katanya

Sekait dengan tertundanya pembangunan jalan menghubungkan Nagari Unggan dan Nagari Lintau di Kabupaten Tanah Datar, menurut Wakil Bupati Sijunjung, sebagian pengerjaan terhalang karena hutan nasional.

Walau demikian, Dt. Paduko Alam menyatakan tidak ada alasan sebenarnya, cuma penganggaran dari pemerintah provinsi maupun kabupaten.

"Melihat dari peta pembangunan jalan penghubung itu masuk pembangunan nasional, karena menghubungkan dua kabupaten," terangnya.

Ia berharap, gubernur maupun wakil gubernur tergerak hatinya agar pembangunan jalan itu terealisasi.

Sekait dengan Jalan Unggan dan Lintau. Juwir berusia 72 tahun, sebagai tokoh masyarakat berkisah, bahwasanya era penjajahan jalur ini sudah ada. Alur jalan pada peta 1992 ada pada pemerintah nagari.

Baca Juga: Pembangunan Jalan Unggan-Lintau Tanah Datar Terkendala Kawasan Hutan Nasional

Semasa itu Dtk. Paduko Lobueh sebagai wali perang di masa itu. Artinya jauh sebelum penetapan sebagai kawasan hutan nasional.

"Pemangku adat bersama masyarakat telah membebaskan lahan milik mereka saat itu, demi pembangunan jalan di sini," imbuhnya menutup pembicaraan. [*/Rolan]

Dapatkan update berita terkini, seputar peristiwa, olahraga, hiburan, lifestyle, tekno dan film setiap hari dari Teraskabar.com di Google News.

Baca Juga

Momentum HUT ke-11 Liga Mahasiswa NasDem 2022 di Sumatera Barat. Ketua Liga Mahasiswa NasDem (LMN) Sumbar, Budi Ramadhon mengatakan, selalu berbenah dan melancarkan program kerja.
HUT ke-11 Liga Mahasiswa NasDem di Sumbar, Budi Ramadhon: Menguatkan Perjuangan
Milad ke-99 Diniyyah Puteri di Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar). Gubernur Mahyeldi menilai selama ini Diniyyah Puteri sudah berkontribusi banyak terhadap bangsa.
Milad ke-99 Diniyyah Puteri Padang Panjang, Mahyeldi: Mengukir Sejarah
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GP Ansor Sumbar layangkan pengaduan ke Komnas HAM Perwakilan Sumatera Barat, Jumat (4/11/2022).
Mahasiswa Ini Kadukan Kasus Kekerasan Bareng LBH GP Ansor Sumbar ke Komnas HAM
Ketahanan pangan, pertanian dan peternakan menjadi prioritas kerja sama antara pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar dan pemerintah Kabupaten (Pemkab Bungo. Tiga prioritas itu sah lewat penandatanganan bersama di Kantor Bupati Tanah Datar Sumbar Jumat (4/11/2022).
Pemkab Tanah Datar dan Bungo Sinergi Ketahanan Pangan
Pengacara Hotman Paris terus mengontrol kasus Irjen Teddy Minahasa Putra, mantan Kapolda Sumatera Barat (Sumbar). Penasihat hukum jenderal bintang dua di pundak itu mengaku, kalau Teddy adalah korban.
Hotman Paris Jamin Teddy Minahasa Putra Tidak Kabur, Ia Adalah Korban
Kasus yang menyeret mantan kapolda Sumbar, Irjen Pol Teddy Minahasa Putra terus bergulir. Penyidik Ditrenarkoba Polda Metro Jaya terus merampungkan berkas sang jenderal bintang dua Polri. Penyidik saat ini tengah melengkapi berkas perkara untuk segera ke tahap satu, dua terkait tersangka kasus peredaran narkoba.
Polda Metro: Berkas Kasus Irjen Teddy Minahasa Segera Rampung