Henry Yoso: Irjen Teddy Minahasa Bersumpah Bukan Pengedar Narkoba

Pengacara Irjen Teddy Minahasa, Henry Yosodiningrat mengatakan Teddy bersumpah bukan pengedar narkoba, batal jadi Kapolda Jawa Timur

Pengacara Henry Yosodiningrat membela Irjen Teddy Minahasa, terduga kasus peredaran narkoba. [Foto: @henryyosodiningrat ]

Teraskabar.com - Pengacara Irjen Teddy Minahasa Putra, Henry Yosodiningrat mengatakan kalau Teddy bukan pengedar narkoba. Teddy Minahasa katanya, berani bersumpah soal itu.

Pernyataan Henry Yoso ke publik lantaran telah bertemu dengan Irjen Teddy Minahasa. "Katanya: Saya tidak pernah menggunakan narkoba, dan Teddy bersumpah demi Allah," ujar pengacara mantan Kapolda Sumatera Barat kepada awak media, Selasa (17/10/2022).

"Saya ketemu, saya ngobrol dengannya," sambung Henry Yoso.

Henry menyebutkan, ia sudah lama kenal dengan sosok Irjen Teddy Minahasa yang batal jadi Kapolda Jawa Timur. Menurutnya, Teddy adalah orang yang taat beribadah dan tidak mungkin berani bersumpah sembarangan.

"Bagaimana dengan pengedar, tuduhan sebagai pengedar. Ia ceritakan seperti apa yang sudah pernah beredar pernyataan statement-nya Teddy bahwa saya bukan pengedar. Teddy bilang, 'Om— ia panggil saya om— kalau dilihat secara formal keterangan dari Kapolres saya ini seolah-olah terlibat. Tapi cerita yang sesungguhnya seperti ini'," ujar Pendiri Gerakan Nasional Anti Narkotika alias Granat.

Teddy Minahasa Putra menunjuk Henry sebagai pengacara untuk mendampinginya menjalani proses hukum usai penetapan Divpropam Polri sebagai tersangka kasus peredaran narkoba.

Pengungkapan itu berawal penangkapan Polda Metro Jaya Jakarta terhadap warga sipil, berimbas pada nama Teddy. Yang kemudian sekait dengan sabu-sabu seberat 5 kilogram atas pengungkapan Polres Kota Bukittinggi.

Baca Juga: Teddy Minahasa Efek: Warga Pesimis Polisi Berantas Narkoba di Sumatera Barat

Setelah pemeriksaan dan sidang perkara, mantan Kapolda Sumatera Barat, Irjen Teddy Minahasa Putra terjerat Pasal 114 ayat 2 sub 112 ayat 2 jo 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo 55 KUHP. Adapun ancaman hukuman maksimal mati dan sekurang-kurangnya 20 tahun. [*]

Dapatkan update berita terkini, seputar peristiwa, olahraga, hiburan, lifestyle, tekno dan film setiap hari dari Teraskabar.com di Google News.

Baca Juga

Mensos Tri Rismaharini Bantu Penjual Nasi Padang, Paketin Buat Korban Gempa Cianjur
Mensos Tri Rismaharini Bantu Penjual Nasi Padang, Paketin Buat Korban Gempa Cianjur
Namanya terseret dalam kasus aliran dana tambang liar atau ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim). Komjen Agus Andrianto buka suara.
Terindikasi Dana Tambang Liar, Komjen Agus Andrianto Buka Suara
Sosok Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto belum terlalu familiar profilnya di tengah masyarakat. Ini data profil dan biodata Agus Andrianto penerus Listyo Sigit Prabowo.
Pengganti Listyo Sigit Prabowo: Komjen Agus Andrianto Terimbas Isu Aliran Dana Tambang Liar
Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan jemput paksa dua bekas suruhan Ferdy Sambo. Kedua orang itu merupakan anggota Div Propam Polri, yakni Radite Hernawa dan Agus Saripul Hidayat.
Obstruction of Justice Hendra dan Agus Gagal, Ketua RT Ferdy Sambo Sakit
Muhammad Kadafi dan Bupati Lampung Tengah Diperiksa KPK: Suap Rektor Unila
Muhammad Kadafi dan Bupati Lampung Tengah Diperiksa KPK: Suap Rektor Unila
Bintang OnlyFans Alaw Haf open harga dan berikan diskon bagi pengguna situs dewasa, andai kata Timnas Wales jebol babak grup Piala Dunia
Bintang Panas OnlyFans Alaw Haf Banting Harga, Kalau Wales Lolos Piala Dunia 2022 Qatar