Gubernur Papua Dituduh Bermain Judi Kasino, Berikut Pembelaan Roy Rening

Anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri akan mendatangi rumah Gubernur Papua Lukas Enembe

Gubernur Papua, Lukas Enembe. [Foto: Int/Teraskabar]

Teraskabar.com - Gubernur Papua Lukas Enembe jadi sorotan publik, lantaran muncul isu, Lukas Enembe suka bermain judi di Kasino Singapura. Lantas pengacaranya, Stefanus Roy Rening angkat bicara terkait persoalan tersangka KPK itu.

Selain itu muncul kabarteras kalau Gubernur Papua punya tambang emas pribadi, dan hasilnya untuk berjudi di Kasino Singapura.

"Ya biasalah, bukan hanya pak Lukas, semua pejabat sering bermain di sana," kata Roy Rening menanggapi, Jumat (23/9/2022) kemarin.

Pembelaan itu setelah Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI), Benjamin Saiman mengatakan, kalau MAKI memiliki bukti otentik baik foto dan video, tentang Gubernur Papua Lukas Enembe bermain judi di Singapura.

Menurut Stefanus Roy Rening, sikap Lukas Enembe suatu yang lumrah dan biasa, kadang pejabat juga bermain di sana. Kemudian ia menegaskan, kalau kliennya melakukan itu (judi di kasino) tidak memakai dana hasil korupsi APBD Pemerintah Provinsi Papua.

Tuduhan terhadap Lukas Enembe bermain judi di Singapura bukan saja berasal dari MAKI. Pusat Pelaporan Transaksi Analisa Keuangan (PPATK) juga melaporkan, kalau gubernur tersebut menyetor uang sebesar Rp 560 miliar ke kasino Singapura.

Baca Juga: Situasi Papua Memanas, Masa Serukan Save Lukas Enembe

"Itu Hoax, tidak benar, tidak ada anggaran keluar dari dana pemerintah daerah sebesar 560 miliar rupiah buat itu," tegas Stefanus Roy Rening.

Selain bantah isu dugaan pakai dana APBD bermain judi kasino di Singapura. Sayangnya, Roy tidak berani menuturkan dana berasal dari mana ketika Lukas berjudi di Singapura.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Lukas Enembe sejak 5 September 2022 sebagai tersangka korupsi. Ribuan warga di Jayapura kota menggelar unjuk rasa dan serukan SAVE LUKAS ENEMBE.

Kemudian pada tanggal 12 September 2022, KPK memanggil Gubernur Papua Lukas Enembe di Mako Brimob Polda Papua, Kota Jayapura, Senin (12/9/2022).

Menurut pengacara, penetapan Lukas sebagai tersangka gratifikasi senilai Rp 1 miliar terkait proyek di Papua.

Baca Juga: Gawat! 4 Ribu Rakyat Papua Demo Save Lukas Enembe

Tim Kuasa Hukum Gubernur Papua Roy Rening menerangkan, sangat lucu dan aneh persangkaan terhadap kliennya sebagai tersangka korupsi, jelasnya di Jayapura, Senin (12/9/2022).

"Uang itu masuk Mei 2020 karena pak gubernur mau berobat. Kalau menurut saya ini kriminalisasi terhadapnya, karena memalukan sekali. Kok seorang gubernur menerima gratifikasi Rp 1 miliar, gratifikasi kok melalui transfer, memalukan toh," ujar Roy. [*/TK]

Dapatkan update berita terkini, seputar peristiwa, olahraga, hiburan, lifestyle, tekno dan film setiap hari dari Teraskabar.com di Google News.

Baca Juga

Sumbar Bukan Provinsi Intoleran, Ketum PGI: ABS SBK Buka Ruang Bagi Berbeda Suku-Agama. Pdt. Gomar Gultom, M.Th terpukau falsafah Minangkabau
Sumbar Bukan Provinsi Intoleran, Ketum PGI: ABS SBK Buka Ruang Bagi Berbeda Suku-Agama
DPW Partai NasDem Sumbar (Sumatera Barat) bersama pengurus DPD, sayap maupun badan bersiap sambut capres Anies Baswedan di Sumbar
DPW Partai NasDem Sumbar Siap Sambut Capres Anies Baswedan
Jenazah seorang NBO 105 yang diduga merupakan awak helikopter Polri ditemukan di dekat Pantai Bird Mandi di Bangka Belitung.
Jenazah Diduga ABK Helikopter Polri Ditemukan di Pantai Bangka Belitung Timur
Prabowo Subianto rencananya akan membuka warung kedai kopi bila sudah pensiun. Pasalnya, Menteri Pertahanan atau Menhan RI era Presiden Jokowi saat ini memasuki usia masa pensiun.
Prabowo Subianto Jadi Tukang Kopi Hambalang Kalau Pensiun, Rasa Bintang Empat
Gempa magnitudo 4,6 guncang Muko-Muko Bengkulu, bahkan getarannya terasa di Pesisir Selatan dan Padang, Sumatera Barat, Minggu (27/11/2022).
Gempa Guncang Muko-Muko Magnitudo 4,6: Terasa di Pesisir Selatan dan Padang
Puluhan anggota tim kemanusiaan Badan Intelijen Negara (BIN) jalan kaki, tebar bantuan logistik di Gunung Lanjung Cianjur, daerah terisolir
Puluhan Agen Intelijen Indonesia Jalan Kaki, Tebar Bantuan di Gunung Lanjung Cianjur