Gagal Ginjal Akut Sebanyak 206 Kasus di 20 Provinsi Indonesia

Teraskabar.com - Kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal/Acute Kidney Injury (AKI) meningkat tajam pada anak usia 5 tahun. Hal itu menurut catatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam laporan sejak akhir Agustus 2022.

Jubir Kemenkes Syahril memberikan keterangan pers, Rabu (19/10/2022) secara virtual. [Foto: Tangkapan Layar]

Teraskabar.com - Kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal/Acute Kidney Injury (AKI) meningkat tajam pada anak usia 5 tahun. Hal itu menurut catatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam laporan sejak akhir Agustus 2022.

Juru Bicara Kemenkes Syahril, dalam keterangan persnya, Rabu (19/10/2022) menyampaikan, kalau terjadi penurunan frekuensi buang air kecil dan juga penurunan air kencingnya. Bahkan sama sekali tidak keluar air kencingnya atau anuria itu maka segera lakukan pemeriksaan atau bawa ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Syahril mengungkapkan, agar orang tua tidak panik. Namun selalu waspada terutama ketika anaknya mengalami gejala yang mengarah kepada gagal ginjal akut, seperti ada diare, mual, muntah, demam selama 3-5 hari. Batuk, pilek, sering mengantuk, serta jumlah air seni/air kecil semakin sedikit bahkan tidak bisa buang air kecil sama sekali.

"Ini sangat penting kepada seluruh masyarakat khususnya yang mempunyai anak di bawah umur 18 tahun khususnya anak balita," katanya kemarin.

Sambung Syahril, kalau anak ini bawa ke dokter atau rumah sakit, sampaikan riwayat penyakit sebelumnya dan konsumsi obat apa sebelumnya.

Kemenkes meminta tenaga kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) untuk sementara tidak meresepkan obat-obatan dalam bentuk sediaan cair/sirup, sampai hasil penelusuran dan penelitian tuntas.

Larang Apotek Jual Obat Bebas

Kementerian Kesehatan juga meminta seluruh apotek untuk sementara tidak menjual obat bebas dan/atau bebas terbatas dalam bentuk cair/sirup kepada masyarakat. Sampai hasil penelusuran dan penelitian oleh Kemenkes dan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) ini tuntas.

Termasuk masyarakat untuk sementara waktu tidak mengonsumsi obat dalam bentuk cair atau sirup tanpa konsultasi dengan tenaga kesehatan.

"Sebagai alternatif dapat menggunakan sediaan lain seperti tablet, kapsul, suppositoria [anal], atau lainnya," ujar Syharil.

Kemenkes melalui RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo telah membeli antidotum yang didatangkan langsung dari luar negeri.

Sebelumnya, Kemenkes telah menerbitkan Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02/I/3305/2022 tentang Tata Laksana dan Manajemen Klinis Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) pada Anak di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Kemenkes juga telah mengeluarkan Surat Edaran SE) Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) pada Anak yang ditujukan kepada seluruh dinas kesehatan, fasyankes, dan organisasi profesi.

Hingga 18 Oktober 2022, jumlah kasus gagal ginjal akut yang dilaporkan sebanyak 206 dari 20 provinsi. Angka kematian sebanyak 99 anak dengan angka kematian pasien yang dirawat di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo mencapai 65 persen.

Syahril menyampaikan, Kemenkes bersama BPOM, ahli epidemiologi, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), farmakolog, dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslatfor) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tengah melakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti dan faktor risiko yang menyebabkan gangguan ginjal akut.

“Dalam pemeriksaan yang dilakukan terhadap sisa sampel obat yang dikonsumsi oleh pasien, sementara ini ditemukan jejak senyawa yang berpotensi mengakibatkan gangguan ginjal akut atipikal ini. Saat ini, Kementerian Kesehatan dan BPOM masih terus menelusuri dan meneliti secara komprehensif termasuk kemungkinan faktor risiko yang lainnya,” ujarnya.

Syahril menyampaikan hasil pemeriksaan menunjukkan tidak adanya bukti antara AKI dengan vaksin COVID-19.

”Dari hasil pemeriksaan, tidak ada bukti hubungan kejadian AKI dengan vaksin COVID-19 maupun infeksi COVID-19. Karena gangguan AKI pada umumnya menyerang anak usia kurang dari 6 tahun, sementara program vaksinasi belum menyasar anak usia 1-5 tahun,” tandasnya

Dapatkan update berita terkini, seputar peristiwa, olahraga, hiburan, lifestyle, tekno dan film setiap hari dari Teraskabar.com di Google News.

Baca Juga

Terdapat 20 kasus gagal ginjal akut di RSUP M. Djamil Padang, hal itu berdasar laporan Dinas Kesehatan Sumatera Barat, Kamis (20/10/2022).
Gagal Ginjal Akut Sebanyak 20 Kasus RSUP M. Djamil Padang, Ini Kata Dinkes
Gagal Ginjal Akut: 12 Anak di Sumatera Barat Meninggal Dunia
Gangguan Ginjal Akut: 12 Anak di Sumatera Barat Meninggal Dunia
rembuk stunting di Aulia Desa Simpang Padang. Rembuk tersebut kata Kades Simpang Padang Asrizal, Senin (17/10/2022) bagian program nasional yang berjenjang.
Perbaiki Gizi Anak, 60 Warga Simpang Padang Rembuk Stunting
Menekan angka stunting di Kepulauan Riau, Dompet Duafa Kepulauan Riau, Majelis Taklim Telkomsel menyalurkan 12 paket gizi di Belakang Padang
Tekan Stunting, Dompet Duafa Salurkan Paket Gizi di Belakang Padang
Teraskabar.com - Fita memperkenalkan teknologi artificial intelligence (AI) guna memenuhi tren gaya hidup sehat masyarakat Indonesia.
Fita Kenalkan Fitur Olahraga dengan Teknologi Artificial Intelligence (AI)
Kasus HIV/AIDS di Maluku Menurun 50 Persen
Kasus HIV/AIDS di Maluku Menurun 50 Persen